Wahai Sang Pralambang Hayat
Engkau merupakan pralambang dirimu, dan menara yang kau dirikan tak lain dan tak bukan adalah landasan sosok kebesaran pribadimu. Dan pribadi itu pun menjadi landasan pula.
Aku pun merupakan pralambang diriku, karena bayangan panjang yang menjulur di depanku kala matahari menyingsing, akan menyatu di bawah kakiku di tengah hari.
Tapi matahari yang terbit lagi akan menghamparkan bayangan lagi didepanku; dan kembali akan menyatu dengan diriku di siang hari.
Selama kita menjadi pralambang diri kita, dan demikianlah kodratnya. Apa yang kita persatukan dan menyatu akan menjadi benih bagi lahan yang belum dibajak. Kita pun lahan dan peluku, pemersatu dan yang dipersatukan.
Kawan,
Mari kita saling berkenalan, saling berbagi rasa dan bahasa, sebagai perwujudan pralambang diri kita. Ruang ini dipersembahkan untuk Anda. Silahkan tuliskan komentar dan salam kenal Anda di sini, hingga tercipta ” Apa yang kita persatukan dan menyatu akan menjadi benih bagi lahan yang belum di bajak.”
Salam Sang Pralambang,
Kangoyot